RANGKUMAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PADA LINUX
UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH SIDOARJO
Di susun oleh :
Mohammad Anas Falahuddin 191080200097
Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi program user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user.
Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :
1. Perangkat Keras
2. Sistem Operasi
3. Program Aplikasi
4. User yang menggunakan sistem
Berikut adalah operasi yang ada di sistem operasi linux
$ ls | tanpa argument |
$ ls –a | option adalah –a = all, tanpa argumen |
$ ls /bin | tanpa option, argumen adalah /bin |
$ ls /bin /etc /usr | ada 3 argumen |
$ ls –l /usr | 1 option dan 1 argumen l = long list |
$ ls –la /bin /etc | 2 option –l dan –a dan 2 argumen |
A. Pengenalan Sistem Komputer dan Sistem Operasi Linux
Melihat identitas diri (nomor id dan group id)
$ id
Melihat kalender
$ cal 12 2012
Melihat tanggal saat ini
$ date
Melihat identitas mesin
$ hostname
Melihat siapa yang sedang aktif
$ w
Menggunakan manual
$ man id
Menghapus layar
$ clear
Mencari perintah yang tepat sama dengan kunci yang dicari
$ whatis id
B. Struktur Sistem Operasi Linux
Linux tidak jauh beda dengan Unix yang merupakan suatu sistem operasi yang terstruktur, menyangkut sistem pada perangkat lunaknya maupun pada perangkat keras seperti ( terminal, Unit system, consol serta jalur komunikasi)
Adapun struktur Linux yang menyangkut perangkat lunak antara lain :
- Shell
- Utilitas
- Kernel
- Aplikasi
Berikut perintah dalam struktur Linux:
1. ps menampilkan PID (Process ID) untuk shell dan proses ps itu sendiri
$ ps
$ ls –l /proc/[nomorPID]
2. Melihat status proses
$ cat /proc/[nomorPID]/status
3. Melihat nilai pada variabel /proc
$ ls /proc/sys/net/ipv4
4. Melihat isi salah satu variable
$ cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
$ echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
5. Mengubah kernel variabel harus dengan ijin akses root. Menjadi root dengan utilitas su(subtitute user)
$ su
Password: isi dengan password root
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
# exit
6. Kembali ke user semula dan tampilkan variabel kernel dengan nilai baru
$ cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
7. Membuat direktori dan subdirektori
$ cd /home/[nama user]
$ mkdir music1
$ mkdir music2
$ ls
8. Menghapus direktori dan subdirektori
$ rmdir music1
$ ls
9. daftar partisi
$ fdisk –l
$ blkid
10. Melihat kapasitas partisi
$ df –h
11. Melihat block device (peralatan I/O)
$ ls –l /dev/fd
12. Melihat character device (peralatan I/O)
$ ls –l /dev/tty2
13. Melihat named pipe (FIFO)
$ ls –l /var/log/boot.log
14. Melihat direktori
$ ls –ld /dev
15. Melihat ordinary file
$ ls –l /etc/passwd
16. Melihat tanggal saat ini
$ date
17. Melihat kalender
$ cal 11 2013
$ cal 9 12 2016
C. Managemen I/O dan Managemen Memori
Setiap kali instruksi diberikan, maka Linux kernel akan menciptakan sebuah proses dengan memberikan nomor PID (Process Identity). Proses dalam Linux selalu membutuhkan Input dan menghasilkan suatu Output. Dalam konteks Linux input/o utput adalah :
· Keyboard (input)
· Layar (output)
· Files
· Struktur data kernel
· Peralatan I/O lainnya (misalnya Network)
Jika tidak terdapat cukup memory fisik, kernel melakukan swapping beberapa page lama ke disk. Disk drive adalah perangkat mekanik yang membaca dan menulis ke disk yang lebih lambat dibandingkan mengakses memory fisik. Disk buffer menyimpan data disk yang diakses di memory , jika data yang sama dibutuhkan lagi dapat dengan cepat diambil dari cache.
Berikut syntax managemen memori
1. Untuk Melihat isi file dari direktori aktif
$ ls
2. Untuk Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
$ ls -l
3. Membuat direktori baru dengan perintah mkdir directory
$ mkdir data
4. Menghapus direktori yang telah kosong
$ rmdir data
5. Mengopi suatu file cp source destination
$ cd /home/hostname
$ Cp /home/hostname/udon.ganteng /home/ulfa172/udon.manis
$ ls
Perhatikan dengan perintah dmesg jumlah memory tersedia dan proses swapping
$ dmesg | more
D. Proses Thread dan Deadlock
intruksi diberikan pada linux sell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses id. Proses ini disebut juga dengan terminology Unix: sebagai sebuah Job. Proses id (PID) di mulai dari 0, yaitu proses “INK”, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/inittab).
Beberapa tipe proses:
· Foreground
Proses yang didapatkan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif dialog).
· Batch
Proses yng dikumpulkan dan dijalankan secara sekuensial (satu persatu)
Prose Batch tidak diasosiasikan (berinteraksi) dengan terminal.
· Daemon
Proses yang menunggu permintaan (request) dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaaan tersebut. Bila tidak ada request, maka program ini akan berada dalam kondisu “idle” dan tidak menggunakan waktu hitung CPU. Umumnya nama proses daemon di UNIX berakhiran d, misalnya inetd, named, popd dll.
MENGIRIM SINYAL
Mengirim sinyal adalah satu alat komunikasi antar proses, yaitu memberitahukan proses yang sedang berjalan bahwa ada sesuatu yang harus dikendalikan. Berdasarkan sinyal yang dikirim ini maka proses dapat berinteraksi dan administrator/programmer dapat menentukan reaksi tersebut. Mengirim sinyal menggunakan intruksi.
$ Kill [-nomor sinyal] [nomor PID]
Sebelum mengirim sinyal PID proses yang akan dikirim harus diketahui terlebih dahulu.
E. Manajemen File dan Disk
Sistem file pada linux dimulai dari root yang ditandai dengan symbol “ / ”. Kemudian direktori dan subdirektori. Kita dapat membuat file mulai dari root kebawah.
Tabel Direktori Standar Linux:
Direktori | Deskripsi |
/etc | Berisi file administrative dan file executable yang berguna untuk administrasi sistem. |
/dev | Berisi file khusus yang merepresentasikan peralatan hardware |
/bin | Berisi program standart Linux |
/usr/sbin /usr/bin | Berisi utilitas Linux |
/usr/lib | Berisi program library yang diperlukan untuk kompilasi program. |
/tmp | Berisi file sementara, yang pada saat bootstrap akan dihapus. |
/boot | Berisi file yang sangat penting untuk proses bootstrap. Kernel vmlinuz disimpan di direktori ini. |
/proc | Berisi informasi tentang kernel Linux, proses dan virtual system file. |
/var | Direktori variabel, artinya tempat penyimpanan LOG (catatan hasil output program), file ini dapat membengkak dan perlu dimonitor perkembangannya. |
/home | Berisi direktori untuk pemakai Linux (pada SCO diletakkan pada /usr). |
/mnt | Direktori untuk mounting system file. |
/root | Home directory untuk superuser (root). |
/usr/bin/Xl | Symbolic link ke /usr/XHR^/bin, program untuk X-Window. |
/usr/src | Source code untuk Linux |
/opt | Option, direktori ini biasanya berisi aplikasi tambahan (“add-on”) seperti Netscape Navigator, kde, gnome, applix dll. |
Manajemen Disk
Manajemen disk merupakan adalah sarana penyimpanan yang berfungsi untuk menyimpan data, file dan informasi secara permanen dalam suatu system computer. Media disk berada satu tingkat dibawah memori utama dalam hirarki memori. Media disk berbeda sekali dengan memori utama computer karena tidak mempunyai hubungan langsung dengan prosesor computer. Linux mensupport berbagai file system diantaranya adalah:
1. Ext2
2. Ext3
3. Ext4
Berikut syntaxnya:;
1. Melihat direktori aktif
$ pwd
$ ls
2. Melihat Direktori HOME
$ echo $HOME
3. Membuat direktori dan subdirektori
$ cd /home/[nama user]
$ mkdir folderku1
$ mkdir folderku2
$ ls
$ mkdir A B C A/D A/E A/F B/G
$ ls
4. Menghapus direktori dan subdirektori
$ rmdir folderku1
$ rmdir B/G B
$
5. Navigasi direktori
$ cd A
$ pwd
$ cd E
$ pwd
$ cd ..
$ pwd
$ cd ..
1. Membuat file
$ cat > fileku.txt
Belajar membuat file
Semoga bermanfaat
Untuk yang belajar
Akhiri dengan menekan
[Ctrl-D]
2. Menghapus file
$ rm fileku.txt
$ ls
3. Mengubah file
$ nano filenano.txt
Selamat …
Telah diubah !!!
F. Sistem Operasi Tersebar
Sistem operasi tersebar adalah sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berinteraksi dan melakukan komunikasi/koordinasi hanya dengan pengiriman pesan.
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil secara lebih, terutama dalam:
· $ File system
· $ Name space
· $ Waktu pengolahan
· $ Keamanan Akses ke seluruh resources,
Berikut syntaxnya:
Yum scipt
Install paket samba dari repository lokal umsida.
# cd /tmp/
# apt-get install samba
Melihat files apa saja yang sudah di install
#ls /etc/samba
Melihat file konfigurasi
#ls -l /etc/samba
Melihat dokumen file
#cp /etc/samba/smb.conf /home/[nama user]/smb.conf
Mengaktifkan software
# /etc/rc.d/init.d/smb start
Merestart software
#/etc/rc.d/init.d/smb restart
Mematikan software
#/etc/rc.d/init.d/smb stop
1. Untuk konfigurasi software yang sudah kita install tadi bisa menggunakan command
NANO.
#nano /etc/samba/smb.conf
2. Mengisi file konfigurasi
[Global]
workgroup = workgroup
domain logons = No
domain master = No
security =
netbios name = ICTSERVER
map to guest = bad user
backend = tdb
[Share]
comment = Share
path = /home/share
read only = no
browseable = yes
public = yes
writeable = yes
tugas resume modul praktikum dari umsida.ac.id dan fst.umsida.ac.id
Comments
Post a Comment